Januari 16, 2018 4:26 pm
Breaking News
Home / Ekonomi / Karyawan Warung Es Jeruk Termahal Sebut Pengunjungnya Pelit
Karyawan Warung  Es Jeruk Termahal Sebut Pengunjungnya Pelit

Karyawan Warung Es Jeruk Termahal Sebut Pengunjungnya Pelit

APS18.com,- Menjadi viralnya berita es jeruk termahal di kawasan wisata Bandengan Kabupaten Jepara ternyata ditanggapi dingin pengelola dan karyawan rumah makan tersebut. APS18.com pada selasa sore melihat kondisi warung makan milik Bu Ryanti. Warung ini posisinya berada diujung deretan. Jaraknya sekitar satu kilometer dari gapura pintu masuk Pantai Bandengan.

Bentuk warungnya dari depan seperti biasa layaknya rumah. Di bagian depan terdapat tumpukan kelapa muda, sedangkan dibelakangnya terdapat meja dan sebelahnya etalasae beberapa produk bahan makanan.

Sebelah timur bangunan rumah itu ada jalan kecil menuju ke belakang yang terdapat 12 Gazebo untuk pembeli makan.  Ada 4 karyawan terdiri dari dua pemuda dan pemudi yang siap melayani.

Ada pengakuan mengejutkan dari seorang karyawan saat ditanyakan tentang berita yang menghebohkan dunia maya.

“ Tahu dari mana? Kata teman-teman warung kami ramai di google ,” ucapnya.

Pemuda bernama Novan itu mengungkapkan bila saat kejadian warga Kudus yang beli makanan di warungnya sedang tidak di tempat. Dan mendapat cerita dari teman-teman karyawanya serta Bu Ryanti yang juga bibinya.

“ Ibu ( Ryanti) disini ini ngontrak. Aslinya dari desa Nyamplungan.. nggak jauh dari sini. Karena memang yang boleh berjualan disini kan warga skitar bandengan ,” tukasnya.

Nah, berdasarkan cerita dari teman-temanya itu dia mengatakan bila rombongan tamu yang datang dan kemudian bikin heboh adalah orang pelit yang jarang piknik.

“ Orang kudus ( rombongan Aizzatun Nada) kan memang beda dengan orang Jepara. Orang jepara kalau datang ke tempat wisata kan breh (langsung bayar) sesuai dengan harga yang diberikan dari warung makan yang di datangi. Jadi begitu kemarin rombongan itu lihat angka totalan mencapai 2 juta lebih langsung kaget lalu menulis di google ,” terangnya sambil duduk di pinggir kursi kayu.

“ Kemarin sebelumnya tu ada rombongan satu bis, habisnya 3 jutaan. Tidak ada yang protes. Jadi yang rombongan kemarin itu memang pelit dan jarang pergi ke tempat wisata ,” ucapnya.

Mahasiswa semester 5 salahsatu perguruan tinggi swasta di jepara itu kemudian membandingkan dengan harga makanan dengan hotel-hotel di kawasan bandengan.

“ Bandingkan dengan makan di hotel, harga nasi goreng bisa 50 ribu. Apa juga akan dibuat ramai begini ,” imbuhnya.

Sampai sekitar pukul 19.30wib, Ryanti pemilik warung tidak mau keluar dari dalam kamar. Namun kemudian datang seorang lelaki naik sepeda motor dan segera menuju ke dalam rumah.

“ Itu tadi bapaknya, kalo ibu ( Ryanti) di dalam kamar ,” ungkapnya.

APS18.com memesan satu kakap dan minum dua es degan berharap dilayani oleh Ryanti. Namun hanya dua karyawan pemudi yang melayani sedang satu pemudi membelah degan sementara seorang lainya menuju ke belakang untuk membakar kakap pesanan. Kami meminta agar kakapnya ditimbang, namun diacuhkan sambil berjalan ke belakang.

Nah, usai menikmati menu tim APS18.com mendapatkan harga Rp 150 ribu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jepara sedang fenomenal. Kota ukir itu sebelumnya terkenal sebagai awal viral video “Om Telolet Om”, namun kini juga terkenal dengan sebutan kuliner termahal di Indonesia. Bagaimana tidak, untuk minum 2 teko es jeruk saja harganya mencapai 190 ribu. Artinya, satu tekonya 95 ribuan. Uniknya ada pesanan di nota bagian bawah 1 teko es jeruk Rp 59.500. Selain itu juga 20 ekor kakap ( tanpa ditimbang) harganya Rp 1,2 juta.

“Pemerasan” ala rumah makan ini dialami keluarga Aizatun, warga Desa Undaan lor kecamatan Undaan Kabupaten Kudus, hari minggu tanggal 25 desember 2016 lalu saat di kawasan wisatan Bandengan Kabupaten Jepara.

Melalui akun facebook-nya, Aizatun menuliskan “ Sedikir rasa.. ingin mengutarakan rasa..”.

Untuk para sahabatku & khususnya pedagang makanan di wisata bandengan,
Semoga tdk terjadi pada wisatawan2 lain.

Ini cerita sy, tgl 25 des 2016 saya & keluarga refresh ke JOP,
Kmdn sepakat cari menu ikan bakar di bandengan karna sy punya langganan yg enak masakannya & rasa ikan bakarnya yg khas. Berhubung di langganan rame, sy & suami cari tempat lain yg lumayan tdk begitu rame pembelinya, karna kita berharap segera dilayani, mengingat anak2 sdh lapar karna terkuras tenaga utk berenang & main2 di wahana jop. Nyampe di lokasi langsung pesan2 minum, sdgkn suami cek ada ikan apa aja, biasanya ada kepiting, atau pun sea food lain.

Kebetulan sy lgs duduk di gazebo tdk ikut ke belakang (tempat ikan). Akhirnya dapat ikan seadanya, yaitu kakap yg super kecil.. yg klo di undaan adl sebesar keprek / wader kecil sekali. Menunggu minuman 60 menit.. menunggu Makanan / ikan bakar 1.5 jam.
Datanglah 3 piring kerang yg sebagian rasanya kurang fresh, kmdian datang ikan bakar yg cm di bakar saja tanpa kecap tanpa garam..
kemudian datang nasi 4 bakul kecil2..
karna sdh lapar, Bismillah makanlah kita semua, suapan yg pertama aneh rasanya… nasinya keras bgt.. yg kata kakak saya ini nasi “karak”. Apalagi yg lainnya sungguh tdk layak di suguhkan, padahal sekali lg.. saya adl pembeli bukan meminta…
Semoga penjualnya tau & baca tulisan sy ini..
Ibu yg jual sy ajak ngobrol ttg menu, berapa harga perkilo tdk bisa jawab, malahan terkesan arogan tdk menghargai pembeli.

Harapan sy semoga tdk ada lg penjual yg suka main harga lg.. Mau berapapun saya bayar.. yg penting pelayanan dan servis memuaskan.

Sedikit sombong ya.. utk yg kemarin.. baru nominal 2****** saja misalkan 10****** akn sy bayar jika itu realistis.

Karuan tulisan ini langsung menjadi viral di media sosial. Sampai tadi sore sudah dibagikan 104 kali dan ratusan komentar. Hampir semuanya netizen menyatakan bahwa pemilik rumah makan di kawasan Bandengan itu melakukan penipuan atau bahasa khas disana “penengkikan”.

Misalnya dari Waenx Ely: Iku sangat ngaweure poll 2 teko es jeruk 190000 pada hal yg bawah 59 500 masa.yang atas 95000 yang bawah 59000 selisih 35500. iku nasine koyok opo za ngalahke neng bandara si.

Mbak Mia : 20 ikan kakap 1.200.000, ikane gedhe sepiro buu…

Dijawab Aizzatun : Kecil bu.. mungkin 2 atau 3 jari..hehehe…
Sementara dari Shofail Niyah : Semoga g ada korban lain seperti panjenengan buu… kasihan klo udah makan trs g bisa bayar.. atau hya bawa secukupnya aja mlh trs habis… semoga penjualnya dpt hidayah.. g seenaknya aja matok harga..

Dari warga Undaan bernama Martinez Aan : Kalao di undaan dah bs nraktir sekampung buk..hehehe

Almadina Putri : Wah dipremo bu Inggi… kno tengkik istilah org sana

Dijawab aizzatun : Injih Bunda… udah gitu ibunya ( yang punya warung) pake marah2 hadeh…

Yusuf Ilhami : Wah keterlaluan.. tolong Dinas Pariwisata dan Dinas Perdagangan jepara kasih koment. (MSH)