Januari 16, 2018 4:29 pm
Breaking News
Home / Hukum &Kriminal / Keluarga Larang Rekam Gambar Jenazah Terduga Teroris
Keluarga Larang Rekam Gambar Jenazah Terduga Teroris

Keluarga Larang Rekam Gambar Jenazah Terduga Teroris

APS18.com,-Jenazah Yudhistira Rostriprayogi (19), terduga teroris dalam insiden baku tembak dengan aparat kepolisian di Tuban, Jawa Timur Rabu (12/4) dini hari. Pihak keluarga melarang siapapun untuk merekam ataun mengambil gambar wajah jenazah.

Jenazah Yudhistira tiba di rumah duka sekitar pukul 01:30 WIB di Cepokomulyo, RT 01/RW06, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Jenazah diangkut menggunakan mobil jenazah dengan pengawalan polisi yang mengendarai foreder.

Sebelum di makamkan, sang ayah Yudhistira, yakni Triwidodo mempersilahkan pihak kerabat dan keluarga untuk melihat wajah Yudhistira sebelum dimakamkan. Namun ia mewanti-wanti, kepada seluruh pelayat termasuk awak media untuk agar jangan mengambil gambar wajah jenazah.

Begitu tiba, jenazah Yudhistira langsung di salatkan di rumah duka. Proses salat jenazah terduga teroris dilakukan dipimpin oleh KH Musthofa Al-Hafidz, pengasuh sebuah pesantren Al-Quran di Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh.

Usai disalatkan, jenazah  Yudhistira, terduga teroris langsung di makamkan saat itu juga dan diringi oleh puluhan warga. Prosesi pemakaman nampak begitu hening, tiada suara maupun isak tangis mengiringi perjalanan jenazah dari rumah duka hingga ke makam.

Widodo tidak ingin, dukanya dan keluarga ini dimanfaatkan untuk hal-hal tertentu yang tidak ia inginkan.  Bahkan Jika  ada  yang mengambil gambar wajah jenazah anaknya maka  ia akan menuntut sesuai jalur hukum.

“ Kami punya  hak privasi sendiri,  tidak  boleh siapapun untuk mengambil gambar dan memanfaatkan  momen ini. Jika ada yang mengambil maka  akan saya tuntut,” kata Widodo.

Imam salat janazah, KH Musthofa mengatakan mewakili keluarga memohonkan maaf atas kesalahan yang telah diperbuat oleh almarhum semasa hidupnya. “Karena ini janazah sudah empat hari, menurut hukum Islam tidak perlu lagi menunggu besok. Mari kita semua mengiring jenazah untuk dimakamkan,” katanya usai menyalatkan jenazah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yudhistira diduga terlibat dalam aksi baku tembak dengan aparat kepolisian di Tuban, Jawa Timur. Yakni Yudhistira melakukan aksi teror bersama Adi Handoko, warga Tersono, Limbangan. Selain itu Satria Aditama, warga Ngaliyan, Kota Semarang dan Endar Prasetyo, warga Tersono Limbangan.  Dari hasil penelusuran tim Densus 88 Anti Teror para pelaku teror tergabung dalam Jamaah Ansharut Daulah (JAD). (bjn)