Januari 16, 2018 4:30 pm
Breaking News
Home / Politik & Pemerintahan / Pemkot Semarang Diminta Bentuk Tim Pantau Harga Komoditas
Pemkot Semarang Diminta Bentuk Tim Pantau Harga Komoditas

Pemkot Semarang Diminta Bentuk Tim Pantau Harga Komoditas

APS18.com,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang memita pemerintah kota setempat membentuk tim khusus untuk memantau fluktuasi harga komoditas menjelang bulan Ramadhan.

“ Menjelang bulan Ramadhan seringkali terjadi kenaikan harga komoditas, terutama bahan kebutuhan pokok,” kata Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Agus Riyanto Slamet di Semarang.

Diakuinya, kenaikan harga komoditas menjelang dan selama bulan puasa sebagai kewajaran seiring dengan semakin banyaknya permintaan barang, namun ketersediaan barang di pasaran terbatas.

Namun, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengingatkan kenaikan atau lonjakan harga komoditas, terutama kebutuhan pokok jangan sampai terlampau tinggi sehingga memberatkan masyarakat.

“Makanya, kami minta Pemerintah Kota Semarang membentuk tim khusus untuk memantau harga komoditas. Kalau naiknya masih wajar, tidak masalah. Namun, kalau terlalu tinggi menyulitkan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, ia berharap pemerintah bisa menyiapkan semacam dana cadangan untuk mengendalikan harga komoditas, misalnya dengan melakukan operasi pasar untuk komoditas-komoditas tertentu.

“Kami yakin Pemkot Semarang pasti memiliki kemampuan melindungi masyarakat dari lonjakan harga komoditas itu. Istilahnya, menjaga daya beli masyarakat,” katanya.

Akan tetapi, Agus mengatakan sebaiknya upaya antisipatif tetap dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang dan selama bulan Ramadhan, yakni dengan intensif memantau harga di pasaran.

Pemkot Semarang melalui Dinas Perdagangan, lanjut dia, tentunya memiliki data terkait komoditas-komoditas tertentu yang acapkali mengalami fluktuasi harga yang sangat tinggi.

“Kalau bisa, diantisipasi begitu ada kecenderungan harga komoditas naik. Bukan setelah masyarakat merasa keberatan baru melaksanakan operasi pasar,” pungkasnya. (bjn)