Januari 16, 2018 4:28 pm
Breaking News
Home / Politik & Pemerintahan / Polres Karanganyar Tetapkan Tersangka Baru Kasus UII
Polres Karanganyar Tetapkan Tersangka Baru Kasus UII

Polres Karanganyar Tetapkan Tersangka Baru Kasus UII

APS18.com- Kasus meninggalnya tiga mahasiswa saat mengikuti pelaksanaan Diksar Mapala UII di kawasan Tlogodringo,Tawangmangu kembali menemukan tersangka baru. Sebelumnya dua tersangka kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejari Karangnyar dan saat ini sedang menunggu proses hukum selanjutnya.

Penentuan enam tersangka baru ditetapkan usai tim penyidik Satreskrim Polres Karanganyar melaksanakan gelar perkara terhadap tewasnya tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Selasa (09/05).

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak, menjelaskan penentuan tersangka baru dilakukan  setelah pihaknya menemukan tambahan alat bukti baru. Termasuk keterangan dari berbagai saksi dari peserta, para ahli dan juga hasil visum et repertum dari 34 peserta Diksar.

“Setidaknya penemuan minimal dua alat bukti baru bisa digunakan untuk menjerat tersangka baru. Dan hari ini gelar perkara kasus UII kembali  dilakukan,” terang Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak, Selasa (9/5).

Hasil gelar perkara, tim penyidik Satreskrim Polres Karanganyar menetapkan enam tersangka baru. Mereka sebelumnya sudah menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk dua tersangka sebelumnya yakni Wahyudi dan Angga.

“Enam orang kembali ditetapkan menjadi tersangka baru hasil rekomendasi dari gelar perkara yang dilakukan hari ini. Dan satu diantaranya seorang perempuan,” lanjut Kapolres.

Enam tersangka baru berinisial DK, NAI alias K, HS, TN, RF dan TAR akan dimintai keterangan pada Senin mendatang di kantor Satreskrim Polres Karanganyar. Surat pemanggilan akan segera di layangkan.

 “Termasuk juga mengirimkan surat Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) sebagai prosedur awal ke JPU (Jaksa Penuntut Umum) Kejari Karanganyar,” ungkap Ade.

Keenam tersangka akan dijerat dengan pasal Pasal 170 KUHP dan atau pasal 351dan atau Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman diatasi lima tahun penjara. Yakni ikut serta melakukan tindak kekerasan secara bersama-sama. (bjn)