Januari 20, 2018 5:58 am
Breaking News
Home / Teknologi / Sudah Ada 1,5 Tahun Lalu, Virus WannaCry Heboh Sekarang
Sudah Ada 1,5 Tahun Lalu, Virus WannaCry Heboh Sekarang

Sudah Ada 1,5 Tahun Lalu, Virus WannaCry Heboh Sekarang

APS18.com,- Isu serangan Cyber Attack dengan penyebaran virus Ransomware WannaCrypt0r 2.0 atau dikenal WannaCray yang bisa menyerang sistem komputer secara global beberapa hari terakhir, membuat sejumlah pihak turun tangan.

Sebab virus ini menjadi serangan program jahat dengan menyandera dokumen-dokumen penting di komputer yang terhubung dengan internet. Virus jenis Ransomware ini telah menyerang sejumlah negara, termasuk Indonesia. Kantor pemerintah, perusahaan, rumah sakit, sekolah, maupun kampus tak jarang pusing akibat ulah hacker jahat itu. Virus ini sebenarnya telah tersebar sejak kurang lebih 1,5 tahun lalu, tapi baru heboh beberapa hari terakhir.

“Ransomware ini memang virus global. Sebenarnya sudah booming 1,5 tahun yang lalu. Tapi banyak pihak terlambat updatenya, bereaksi setelah kejadian. Kami minta masyarakat tidak panik,” kata Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Semarang, Nana Storada.

Untuk internal Pemkot Semarang sendiri, kata dia, saat ini telah diminta melakukan update server di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Terutama server yang menggunakan microsoft, sehingga virus Ransomware yang terbaru dapat dideteksi sejak ter-update,” katanya.

Beberapa akses masuk melalui internet sudah ditutup sesuai petunjuk. Semua informasi perlu diambil hal positifnya, sehingga disarankan setiap orang perlu mewaspadai dan mencermati dengan baik. “Virus lebih banyak tersebar melalui email apa saja, maka tidak membuka email dari asal yang tidak jelas dan tidak membuka attach yang mencurigakan,” katanya.

Mengantisipasi virus ini, pihaknya juga bekerjasama dengan Dinustek dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jateng. “Semua admin OPD sudah kami undang untuk antisipasi. Virus ini menyerang server yang masih menggunakan windows.

Kami berharap semua lembaga baik negeri maupun swasta mengikuti arahan Kemenkominfo terkait langkah-langkah yang harus dilakukan dan tidak perlu panik,” katanya.

Priyo, dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jateng menjelaskan, Ransomware adalah sejenis aplikasi tools (perangkat) perusak yang dirancang serta ditanamkan secara diam-diam dan ketika dijalankan secara jarak jauh akan menghalangi akses sistem komputer atau data. “Virus ini bekerja dengan mengunci sistem yakni mengenkripsi file, sehingga tidak dapat diakses sebelum tebusan dibayar,” kata Priyo.

Adapun jenis Ransomware yang saat ini sedang mewabah adalah WannaCrypt0r 2.0 Ransomware. Bekerja dengan memanfaatkan kelemahan security sistem operasi Microsoft. “Microsoft sendiri telah menyediakan Security Update Patch untuk menanganinya pada beberapa saat lalu,” katanya.

Bagi pengguna komputer berbasis Microsoft yang tidak yakin telah melakukan Security Update Patch MS-17-010, disarankan melakukan langkah; sebelum menyalakan komputer, mencabut kabel data (LAN) yang tersambung, dan mematikan Wifi yang dapat otomatis tersambung di sekitar komputer. Setelah diyakinkan aman komputer tidak dapat tersambung ke Internet, maka komputer dapat dinyalakan untuk segera melakukan backup seluruh data ke Hard Disk Portable atau USB Flash Drive.

Lakukan download security patch dari komputer berbeda yang tidak terlalu kritikal fungsinya atau melalui komputer berbasis non-microsoft di https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010 dan membaca https://blogs.technet.microsoft.com/msrc/2017/05/12/customer-guidance-for-wannacrypt-attacks/. Setelah selesai melakukan backup secara aman dan flash drive/Hard Disk portable disimpan dengan aman secara terpisah. “Silahkan melakukan aktivitas seperti biasa setelah berhasil melakukan security update yang diperlukan,” katanya.

Pakar Teknologi Informasi (TI) Universitas Dian Nuswantoro Semarang Dr Sholichul Huda mengatakan virus Ransomware ini memang cukup berbahaya. “Berbahaya karena file data yang terjangkiti akan dienkripsi oleh virus ini. Sejauh ini yang diserang adalah file data rumah sakit. Sehingga aplikasi rumah sakit tidak dapat membuka data alias aplikasi rumah sakit tidak dapat operasional normal,” katanya.

Menurutnya, upaya pemerintah dalam menangani penyerangan virus Ransomware ini sudah benar dengan melakukan sosialisasi teknik atau tips menutup celah yang digunakan virus tersebut menyerang sebuah jaringan komputer atau personal komputer. “Untuk menghindari kemungkinan jeleknya, sebaiknya data-data penting dibackup,” katanya. (bjn)