Januari 20, 2018 5:53 am
Breaking News
Home / Lalu Lintas / Angka Kecelakaan di Pati Tertinggi di Jateng
Angka Kecelakaan di Pati Tertinggi di Jateng

Angka Kecelakaan di Pati Tertinggi di Jateng

APS18.com,- Angka kecelakaan di wilayah kabupaten Pati menempati posisi teratas di tingkat Jawa tengah. Hal itu sebagaimana data yang berhasil dihimpun oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Pati dalam kurun waktu semester pertama.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pati Tri Haryama melalui Kabid Lalu Lintas Jalan Suhartono mengatakan, dari data yang masuk, yang paling banyak mengalami kecelakaan merupakan usia produktif. Sementara paling banyak melanggar lalu lintas dilakukan oleh kelompok swasta.

“ Tidak hanya itu, sebagian pegawai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga turut serta mewarnai banyaknya pelanggaran lalu lintas di Pati ini. Untuk itu, kami terus gencar menyosialisasikan pentingnya berlalu lintas ke beberapa OPD,” jelasnya, Rabu (17/05).

Menurutnya, kecelakaan berawal dari pelanggaran. Sedangkan pelanggaran paling banyak dilakukan oleh kelompok swasta, yakni sekitar 60 persen dan kelompok pelajar sekitar 20 persen dari angka laka lantas.

“ Maka dari itu, stake holder terkait yang menangani sesuai tupoksinya, harus meningkatkan pemahaman kepada masyarakat di semua lapisan. Karena semakin banyak masyarakat yang dilibatkan akan semakin baik karena ini tanggungjawab bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari mengaku, paling banyak pelanggaran dilakukan swasta. Pada Januari-April 2017, dari 332 kasus kecelakaan, pelanggaran lalin yang dilakukan swasta sebanyak 170 kasus kecelakaan.

“ Pelanggaran kedua paling banyak dilakukan oleh pelajar. Ada 50 kasus kecelakaan yang dialami pelajar. Diantaranya pelanggaran yang dilakukan masyarakat karena minimnya kesadaran masyarakat yang tidak memperhatikan keselamatan. Namun semuanya kembali ke masing-masing sesama pengguna jalan saling menghargai tidak kebut-kebutan,” jelasnya.

Ikrar mengatakan, profesi swasta paling banyak melakukan pelanggaran sehingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Pihaknya ingin mengelompokkan swasta dengan cara mendatangi instansi atau pabrik untuk diberikan pengertian. (SPM)