Januari 20, 2018 5:59 am
Breaking News
Home / Kesehatan / Warga Sluke Rembang Diterangkan Bahaya HIV
Warga Sluke Rembang Diterangkan Bahaya HIV

Warga Sluke Rembang Diterangkan Bahaya HIV

APS18.com- Warga desa di kecamatan Sluke mendapatkan penyuluhan tentang bahaya penyakit HIV Aids di Puskesmas Sluke, Sabtu (20/05). Warga yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari Desa Leran, Pangkalan, Trahan dan Desa Jurang Jero.

Ketua Persatuan Konselor VCT HIV (PKVHI), Samsul Anwar mengatakan, penyuluhan dilakukan dalam rangka meminimalisir penyakit menular tersebut. Pasalnya, hasil pemetaan petugas kesehatan ditemukan dua penderita HIV di wilayah tersebut.

Pemuda yang berjumlah 40 orang itu diberikan  pemahaman materi mengenai seluk beluk penyakit menular tersebut. Bahkan sebelum materi diberikan peserta terlebih dahulu mendapatkan pemeriksaan rapid test (Uji Cepat).

“Hasilnya dari pemeriksaan yang dilakukan dengan rapid test, jangka 15 menit dapat diketahui semua peserta dinyatakan negative,” terangnya.

Kemudian yang tidak kalah pentingnya, dalam penyuluhan tersebut didatangkan langsung orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Secara khusus ODHA didatangkan dalam rangka memberikan testimoni penyebaran penyakit HIV.

Salah satu ODHA yang didatangkan,  Sutini (Nama Samaran) berbagi pengalaman duka yang dialaminya. Bermula ditahun 2009 suaminya selama dua tahun sering sakit-sakitan, walaupun sudah dirawat jalan selama enam bulan.

”Akhirnya saya bawa di RSUD Dr R Soetrasno Rembang, dilakukan pengecekan hasilnya positif dalam kondisi stadium empat. Bahkan berat badan kurus tinggal 29 kg, akhirnya dirujuk di rumah sakit Karyadi, Semarang. Setelah dilakukan perawatan intensif dua hari, akhirnya meninggal dunia,” tuturnya.

Selang dua minggu kepergian suaminya, Sutini melakukan test. Ternyata  hasilnya positif HIV akibat tertular suaminya seorang sopir. Dari situlah dirinya dirujuk di rumah sakit  Karyadi Semarang dilakukan cek CD4 (kekebalan tubuh).

Untuk menekan penyebaran virus mematikan itu, Ia rutin mengikuti terapi antiretroviral (ARV). Hanya obat yang diminum justru ber efek kurang baik tehadap kesehatanya, karena kurang tepat akhirnya dilakukan penggantian obat sampai tiga kali.

”Setelah rutin dilakukan obat yang ketiga cocok hingga delapan tahun semakin baik dan rumah tangga baru berjalan lancar. Untuk melakukan hubungan suami istri, kita harus memakai kondom dan hasilnya suami yang baru negative,” jelentrehnya.

Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang, John Budi memaparkan, penularan HIV/AIDS salah satunya disebabkan hubungan seks bebas.

“Pencegahan salah satunya memakai kondom agar tidak menular. Lalu kaitanya pencegahanya tidak melakukan seks beresiko. Karena potensinya besar kita arahkan melakukan test dalam mencegah penyebaran virus,” terangnya. (SPM)