Oktober 22, 2017 3:04 pm
Breaking News
Home / Peristwa / Bupati Prihatin Kasus Perceraian di ASN Rembang Tinggi
Bupati Prihatin Kasus Perceraian di ASN Rembang Tinggi

Bupati Prihatin Kasus Perceraian di ASN Rembang Tinggi

APS18.com,- Bupati Rembang Abdul Hafidz mengaku prihatin terhadap keharmonisan keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Rembang. Ia menyebutkan, dalam sepekan terakhir, sedikitnya ada empat orang ASN yang mengajukan perceraian.

Perceraian ASN itu dinilainya merupakan gambaran bahwa sebagian ASN belum mampu menjadi contoh bagi masyarakat. Meskipun bukan wilayah kedinasan, Bupati memberikan perhatian lebih karena ingin ASN bisa menjalin keharmonisan rumah tangga sehingga kinerja dalam pelayanan masyarakat bisa prima.

“Saya sedih dalam satu minggu ada empat ASN yang mengajukan ingin cerai, ada yang dari ibu ada yang dari Bapak. Fenomena ini tentu memprihatinkan kita sebagai ASN yang tidak mampu mengelola keharmonisan rumah tangga,” ujarnya.

Ia meminta ASN benar-benar menjaga keharmonisan rumah tangga bahkan keharmonisan juga harus dijalin dengan tetangga.

“Kalau ini kita biarkan (perceraian) dan tidak ada tindakan yang konkrit ini akan bisa mengganggu terhadap pelayanan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Abdul Hafidz mengingatkan, sebagai seorang ASN seharusnya bisa menjadi contoh bagi masyarakat, baik saat dinas maupun di luar dinas, termasuk dalam hal membina keluarga yang harmonis. Abdi negara harus bisa memberikan pelayanan baik secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Suparmin menjelaskan bahwa dalam proses pengajuan cerai seorang ASN, Pemkab selalu berupaya maksimal untuk memediasi terlebih dahulu. Upaya mediasi dilakukan mulai dari tingkat Organisasi Perangkat daerah (OPD), baru kemudian mediasi oleh BKD.

“Mediasi awal dari OPD ASN bertugas, jika masih ingin melanjutkan keinginannya untuk bercerai maka mediasi kita lakukan ditingkatan BKD, tapi kalau sudah tidak ada kecocokan apa boleh buat kita proses. Namun kita semaksimal mungkin untuk upayakan damai dulu, terkadang dari mediasi yang kami lakukan ada ASN yang mengurungkan niatnya untuk bercerai,” terangnya.

Dari data BKD Rembang, bulan Januari sampai akhir Mei tahun 2017 ini ada 11 orang ASN yang mengajukan izin cerai. Dengan rincian 2 ASN sudah terealisasi izin cerainya, satu orang masih dalam proses admnistrasi dan 8 ASN masih dalam proses pembinaan di BKD.

Di tahun 2016 ada 11 ASN yang mengajukan izin cerai, 10 orang terealisasi izin cerainya dari 10 orang tersebut ada satu orang yang memilih berdamai. Kemudian satu orang mencabut permohonan izin cerainya setelah mendapatkan pembinaan. (SPM)