Desember 15, 2017 3:26 pm
Breaking News
Home / Budaya / Tradisi Sewu Kupat Menjadi Daya Magnet Kearifan Lokal Kudus
Tradisi Sewu Kupat Menjadi Daya Magnet Kearifan Lokal Kudus

Tradisi Sewu Kupat Menjadi Daya Magnet Kearifan Lokal Kudus

APS18.COM-Sembilan tahun sudah, tradisi yang telah digagas oleh Bupati Kudus,H.Musthofa ini menjadi daya magnet bagi ribuan warga Kabupaten Kudus. Tradisi tersebut adalah parade “Sewu Kupat” (seribu ketupat), yang merupakan perayaan untuk menghormati sosok Sunan Muria dan diadakan setiap tanggal 8 Syawal.

Awalnya, Bupati Kudus,H.Musthofa yang pada kala itu baru terpilih, melihat potensi sejarah peninggalan Sunan Muria yang belum dikelola dengan maksimal, maka ia berinisiatif mengadakan perayaan Sewu Kupat dengan menggandeng penduduk disekitarnya.

‘’Sebenarnya ada enam penggagas tradisi sewu kupat ini, termasuk juru kunci Makam Sunan Muria bersama Kepala Desa dan juga saya sendiri. Tujuannya sebagai wujud rasa syukur atas limpahan berkah hasil bumi yang berada di kawasan pegunungan,’’tutur Bupati Kudus,H.Musthofa ketika usai menghadiri Parade Sewu Kupat, di Taman Ria Colo, Minggu 2/07.

Pantauan dari APS18.COM, Prosesi Parade Sewu Kupat ini berlangsung secara meriah. Dimulai dari Ziarah ke Makam Sunan Muria dilanjutkan dengan minum air dan cuci kaki dari Gentong Peninggalan Sunan Muria. Kemudian dilanjutkan visualisasi perjalanan kirab Kanjeng Sunan Muria dengan mengarak 18 gunungan yang terbuat dari ketupat dan hasil panen  di seluruh desa Kecamatan Dawe. Prosesi semakin meriah saat ribuan warga berebut ketupat  yang telah diarak dari Makam Sunan Muria menuju Taman Ria Colo.

Salah satu penduduk sekitar, Zaenal Arifin (31) mengharapkan tradisi yang semacam seperti ini patut dipertahankan secara terus menerus dan dikembangkan dengan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan menarik. ‘’Sehingga tradisi ini semakin banyak dikenal oleh masyarakat yang tidak hanya penduduk lokal tetapi juga bagi penduduk luar lokal,’’ujarnya. (AM)