Oktober 22, 2017 3:16 pm
Breaking News
Home / Ekonomi / Inflasi di Kudus Pada Bulan Juni Lebih Rendah
Inflasi di Kudus Pada Bulan Juni Lebih Rendah

Inflasi di Kudus Pada Bulan Juni Lebih Rendah

APS18.COM-Harga berbagai komoditas yang mengalami kenaikan pada bulan Ramadan dan Lebaran menjadi pemicu utama Inflasi di Kudus. Mulai dari kenaikan harga bawang putih, bawang merah, telur, cabe, tarif listrik hingga sampai tarif ponsel.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, Inflasi di bulan Juni mencapai sebesar  0, 55 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 136,05. Kondisi ini lebih rendah bila dibanding bulan Mei 2017 yang mengalami inflasi sebesar 0,80 persen dengan IHK 135,30.

Inflasi dengan jumlah seperti itu membuat Kudus berada di posisi bawah dari enam kota yang menjadi sampel SBH di Jawa Tengah. “Iya, ini pertama kali pada 2017. Biasanya inflasi di Kudus selalu berada di atas kota lain, tapi beda dengan tahun ini yang paling rendah,” kata Kepala BPS Kudus Sapto Harjuli Wahyu, Rabu (5/7).

Dijelaskannya,  inflasi nasional pada bulan ini mencapai sebesar 0,69 persen dengan IHK 129,72. Sedangkan untuk provinsi Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,61 persen dengan IHK 128,35. ‘’Selanjutnya inflasi yang paling besar diantara 6 kota yang lainnya  ialah Kota Cilacap yang mampu menembus inflasi sebesar  0,99 persen dengan IHK 132,67, diikuti dengan Kota Purwokerto sebesar 0,98 persen dengan IHK sebesar 127,23; Kota Tegal sebesar 0,90 persen dengan IHK 126,23,’’tuturnya ketika membacakan data BPS nya.

Menurutnya, rendahnya inflasi di Kudus menjadi perhatian bagi pihaknya. Sebab, biasanya berpotensi mengalami kenaikan di bulan berikutnya. “Hal ini bisa menjadi perhatian bagi kami, karena kalau inflasi rendah, bulan berikutnya pun akan naik,” pungkasnya. (AM)