Februari 20, 2018 6:08 pm
Breaking News
Home / Ragam / Menggali Sejarah dari Patiayam
Menggali Sejarah dari Patiayam
MUSEUM PURBAKALA PATI AYAM

Menggali Sejarah dari Patiayam

APS18.COM-Di Bukit Patiayam yang terletak di Desa Terban, Jekulo, Kudus tertuak serpihan sejarah kehidupan beberapa abad silam. Patiayami yang kini terbentuk perbukitan yang dulunya ditengarai merupakan hamparan laut dan salat yang dangkal.Perubahan tersebut akibat dari letusan gunung berapi purba beribu tahun silam.

Sejak 1979 lalu,warga setempat mulai menemukan bongkaran fosil baik kecil maupun besar di area bukit.Fosilfosil itu di antaranya adalah gading gajah purba Stegodon trigonocephalus dan ,Molar Elephas Sp.Adapula fosil Bovidae (kelompok binatang bertanduk) yang termasuk di dalamnya ialah banteng,kerbau,dan sapi. Di samping itu juga terdapat fosil laut,yaitu berbagai jenis kerang serta ikan.Fosilfosil oleh ilmuan  di perkirakan telah berumur ratusan ribu tahun.

Temuan terakhir,ungkap salah seorang jurus  pelihara situs Patiayam, Ari Mustakim, di temukan tulang belakang Bovidae Gedung “rumah fosil”baru untuk menyimpan fosil fosil.serta kepala banteng dan kerbau pada januari 2013 lalu. Meskipun untuk identifikasi fosil tersebut masih menunggu pihak Balai Arkeologi(Balar)dari Yogjakarta,namun para juru dari pelihara situs telah memiliki bekal untuk marawat fosil yang ditemukan menyambung fosil yang hampir patah.

Berbagai temuan fosil di Patiayam telah menarik banyak minat dari para peneliti.salah satunya Insitut Teknologi Bandung(ITB).”Sering kali di adakan penggalian di bukit tersebut dalam rangka menemukan fosil di masa lampau,”ungkapnya mengenai aktifitas pencarian fosil oleh para ilmuan berkerja sama dengan warga.

Selain ahli akreologi,pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi juga sering melakukan kunjungan di ruang pamer fosil di komplek Balai Desa Terban.Bukit dan tempat fosil gajah purba juga menjadi salah satu tujuan kunjungan.

Rumah Fosil

Pemerintah juga menyiapkan gedung baru untuk menyimpan fosil-fosil yang telah di temukan. Sumberdaya manusia untuk mengelola pun di siapkan Ke dapan menurut rencana akan di berlakukan tiket untuk dapat masuk di rumah Fosil. (AM)