Januari 20, 2018 5:49 am
Breaking News
Home / Politik & Pemerintahan / Hendak Melahirkan di Kudus, Anak Anda Sudah Masuk Si Bolang Mahir
Hendak Melahirkan di Kudus, Anak Anda Sudah Masuk Si Bolang Mahir

Hendak Melahirkan di Kudus, Anak Anda Sudah Masuk Si Bolang Mahir

KUDUS, APS18.COM-Inilah hebatnya anak-anak yang lahir di Kabupaten Kudus. Karena sejak lahir, mereka akan masuk ke dalam program yang disebut Si Bolang Mahir.

Ini adalah program yang digagas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus. Program two in one yang digagas sebuah ”hadiah” bagi anak-anak yang baru lahir.

Program Si Bolang Mahir ini adalah kependekan dari Si Buah Hati Lahir, Pulang Bawa Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga. Sebuah program two in one, yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk anak-anak yang lahir di wilayah ini.

”Jadi, begitu bayi lahir, mereka bisa mendapatkan akta kelahiran. Sekaligus dapat kartu keluarga. Sangat bagus, karena keluarga tidak lagi harus wara wiri mengurus akta kelahiran dari bayi mereka,” kata Kepala Disdukcapil Kudus Hendro Martoyo.

Program ini merupakan kerja sama antara Disdukcapil dengan rumah sakit yang ada di Kudus, serta Puskesmas-puskesmas yang ada. Cukup dengan surat keterangan lahir dari dokter rumah sakit atau puskesmas, plus fotokopi surat nikah atau akta kawin yang dilegalisir, kartu keluarga asli, dan nama anak, maka akta kelahiran sudah langsung bisa dibawa pulang.

Akta kelahiran adalah salah satu dokumen administrasi kependudukan yang harus dimiliki warga negara ini. Mudahnya proses pembuatan yang ada, memang sudah diamanatkan dalam undang-undang, peraturan presiden, hingga surat edaran menteri. Hal itu tertuang pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Nomor 471/1768/SJ tertanggal 12 Mei 2016, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Kependudukan. Semua demi melaksanakan Undang-Undang Nomor 23/2006 dan Undang-Undang Nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan.

Disdukcapil Kudus juga terus melakukan sosialisasi dan terobosan untuk memaksimalkan penerbitan akta kelahiran. Saat ini pemerintah pusat tengah gencar untuk menargetkan setiap daerah terkait kepemilikan akta kelahiran penduduk umur 0 sampai 18 tahun. Pemerintah pusat menargetkan kepemilikan akta sampai 85 persen. ”Kami yakin mampu memenuhi target tersebut,” jelasnya.

Dari data yang ada sampai November 2017, untuk jumlah penduduk sampai usia 18 tahun mencapai 238.341 jiwa. Sementara yang sudah memiliki akta kelahiran mencapai 200.836 jiwa.

Sehingga capaiannya sudah sebesar 84,26%. Pihaknya optimistis jika sampai akhir tahun nanti, bisa mencapai 85% sesuai dengan target dari pemerintah pusat. ”Untuk itu, kami terus melakukan upaya agar masyarakat semakin sadar untuk mengurus akta kelahiran,” imbuhnya. (*)