Januari 20, 2018 5:47 am
Breaking News
Home / Politik & Pemerintahan / Prosesnya Cepat dan Mudah, Buat Warga Antusias Urus Dokumen Kependudukan
Prosesnya Cepat dan Mudah, Buat Warga Antusias Urus Dokumen Kependudukan

Prosesnya Cepat dan Mudah, Buat Warga Antusias Urus Dokumen Kependudukan

KUDUS, APS18.COM-Jika dahulu warga atau penduduk yang aktif mengurus dokumen administrasi kependudukan (adminduk), sekarang ini jamannya sudah berganti. Giliran pemerintah yang harus aktif kepada warga.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus Hendro Martoyo melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencatatan Sipil Titit Sri Harjanti mengatakan, pemerintah memang sangat proaktif dalam proses pengurusan dokumen adminduk warganya.

”Kalau dulu kan, pemerintah mewajibkan warganya agar aktif mengurus dokumen kependudukan. Sekarang pemerintah yang proaktif. Seperti kita ini, yang mendekatkan diri kepada warga, agar mereka mengurus dokumen kependudukannya,” jelasnya.

Sistem jemput bola ini, menurut Titit, dilakukan pihaknya dengan menggandeng Sembilan rumah sakit yang ada di Kudus, serta 14 UPT Puskesmas yang ada, untuk pembuatan akta kelahiran bagi bayi yang baru lahir.

Hal ini dilakukan, supaya bayi yang lahir bisa mendapatkan akta kelahirannya, saat dibawa pulang ke rumah. Ini juga untuk mempermudah warga mengurusnya. ”Orang tua bayi tinggal menyiapkan persyaratan yang diperlukan seperti kartu keluarga (KK), surat keterangan dokter, dan fotokopi akta atau surat kawin. Kami yang memprosesnya hingga jadi, dan akan kami antarkan langsung saat sudah jadi,” tuturnya.

Mudahnya proses pembuatan yang ada, memang sudah diamanatkan dalam undang-undang, peraturan presiden, hingga surat edaran menteri. Hal itu tertuang pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Nomor 471/1768/SJ tertanggal 12 Mei 2016, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Kependudukan. Semua demi melaksanakan Undang-Undang Nomor 23/2006 dan Undang-Undang Nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan.

Program tersebut disambut sangat positif masyarakat. Ini dilihat dari animo mengurus akta kelahiran melalui rumah sakit tempat melakukan persalinan, yang  tergolong tinggi. Ribuan orang sudah mengajukan permohonan.

Upaya ini juga dilakukan dinas, untuk menggenjot angka kepemilikan akta kelahiran, guna memenuhi target nasional kepemilikan akta kelahiran untuk anak usia 0-18 tahun, yang minimal harus 79%.

Titit menambahkan, untuk anak usia 0-5 tahun persentase kepemilikan akta kelahiran sudah mencapai 99% hingga kemarin. Dan yang belum memiliki masih didominasi anak usia di atas 5 tahun. (*)