Januari 20, 2018 5:44 am
Breaking News
Home / Politik & Pemerintahan / Berapa Jumlah Warga Kudus Juga Bisa Dijelaskan Akta Kematian
Berapa Jumlah Warga Kudus Juga Bisa Dijelaskan Akta Kematian

Berapa Jumlah Warga Kudus Juga Bisa Dijelaskan Akta Kematian

KUDUS, APS18.COM-Ada yang tahu berapa jumlah penduduk Kabupaten Kudus? Salah satu untuk proses validasi pastinya, ternyata berasal dari dokumen akta kematian. Padahal, banyak yang menganggapnya tidak penting.

Jangan salah. Karena akta kematian sama pentingnya dengan akta kelahiran. Hanya saja mengurus akta kematian rupanya bukan sesuatu yang familiar bagi warga, sehingga minat mengurusnya juga terbilang rendah.

”Sangat penting bagi warga untuk mengurus akta kematian. Karena dari sana bisa diketahui berapa jumlah penduduk di Kudus. Jika kemudian tidak diurus atau dilaporkan, maka jumlah penduduk Kudus akan terlihat sangat banyak. Padahal kami harus terus update jumlah penduduk yang meninggal dalam hitungan bulan atau tahun,” jelas Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus Hendro Martoyo melalui Sekretaris Dinas Putut Winarno.

Di samping itu, adanya akta kematian juga berfungsi untuk mengurus hak waris, taspen, atau yang lain. Hanya saja, pemohon akta kematian memang tidak sebanyak akta kelahiran.

Padahal mengurus akta kematian tidaklah sulit. Yakni pemohon adalah ahli waris yang bersangkutan. Jika di luar ahli waris harus dengan surat kuasa bermaterai cukup, ada surat pengantar dari desa atau kelurahan, surat keterangan kematian dari desa atau kelurahan, dan surat keterangan kematian (asli) dari rumah sakit atau  dokter.

Syarat lainnya adalah fotokopi surat nikah yang meninggal, fotokopi kartu keluarga (KK), dan KTP pemohon atau ahliwaris. Ditambah lagi adanya 2 orang saksi berikut fotokopi KTP. Sedangkan bagi warga negara asing (WNA) melampirkan fotokopi surat-surat kewarganegaraan asing seperti passport/kitas/kitap/SKLD).

”Semua proses pengurusanannya dijamin gratis atau tidak dipungut biaya apapun. Dan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, sekarang pelaporan akta kematian menjadi kewajiban pihak rukun tetangga (RT) untuk melaporkan setiap kematian warganya kepada Disdukcapil setempat,” katanya.

Untuk menggenjot minat masyarakat guna menguruskan akta kematian, pihaknya sudah menyosialisasikan ke setiap desa dan kecamatan. Dengan demikian, maka diharapkan setiap warga menyadari bahwa akta kematian itu sangat penting. (*)